Sunday 02-08-2026

Menembus Pegunungan Papua, Kementerian PU Kebut Jalan Mamberamo–Elelim

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Aug 02 2026
  • / 365 Read

Menembus Pegunungan Papua, Kementerian PU Kebut Jalan Mamberamo–Elelim

Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan, memperkuat konektivitas, dan mendorong pemerataan pembangunan. Salah satu yang kini dikebut adalah pembangunan Segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer yang menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas antarpusat pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.

"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Dody, ruas Mamberamo–Elelim dibangun untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus menurunkan harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan.

Kehadiran jalan tersebut diharapkan mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, mempercepat layanan kesehatan, memperlancar pelayanan pemerintahan, hingga mempercepat distribusi kebutuhan pokok ke wilayah pegunungan.

Pembangunan ruas ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menggunakan mekanisme pembayaran berbasis layanan atau Availability Payment (AP). Konstruksi dimulai pada Juli 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 51,59 persen. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan perkerasan, drainase, jembatan, bangunan pelengkap, pengamanan lereng, perlengkapan jalan, hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Pembangunan ruas tersebut menghadapi tantangan medan yang tidak ringan. Jalur melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun, serta potensi bencana longsor. Selain itu, mobilisasi alat berat dan material konstruksi juga memerlukan penanganan khusus karena terbatasnya akses menuju lokasi proyek.

Meski demikian, Kementerian PU terus mempercepat pembangunan dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi dan keselamatan kerja melalui penerapan berbagai teknologi modern.

Perencanaan trase dilakukan menggunakan teknologi survei Real-Time Kinematic (RTK) berbasis satelit GNSS yang dipadukan dengan survei LiDAR untuk menghasilkan data topografi yang akurat. Selain itu, dilakukan survei geoteknik secara detail sebagai dasar desain konstruksi serta penyesuaian metode kerja terhadap kondisi medan dan cuaca.

Pada titik-titik rawan longsor, Kementerian PU membangun sistem drainase lereng, melakukan stabilisasi tebing, memasang struktur penahan tanah di lokasi tertentu, melakukan revegetasi, serta memantau kondisi lereng secara berkala guna menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi jalan.

Pembangunan Jalan Trans Papua juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28 persen dari total pekerja proyek dilibatkan dalam proses konstruksi sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui pembangunan Jalan Trans Papua, Kementerian PU berharap konektivitas antarwilayah di Papua semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan dasar, aktivitas ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First